"Bila bisa menjadi bagian dari solusi, lalu kenapa masih hanya memaki?"

Apr 21, 2016

Project #6: DonasiBukuFlores

5:12 PM Posted by Donasi Buku 1 comment

Flores is one of the Lesser Sunda Island, begitulah tulisan yang tertera jika kita mengakses laman Wikipedia. Tidak dipungkiri lagi, daratan seluas 14,300 km persegi itu adalah salah satu pulau yang menawarkan pemandangan yang aduhai.

Tapi siapa sangka, tidak sedikit dari jumlah desa disana yang masih tertinggal, khususnya di bidang pendidikan. Hal inilah yang membuat tim #DonasiBuku memutuskan untuk menjadikan flores sebagai project ke-6, sebut saja #DonasiBukuFlores.
Rabu (23/03/2016), tim #DonasiBukuFlores dari Jakarta yang beranggotakan lima orang yaitu Rida, Bayu, Rama, Mamaz, dan Neyni (Metha-nya gak ikut karena lagi sibuk ngurus negara) mendarat di Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang. Kami membawa 20 dus, total beratnya kira-kira 240 kg yang akan dibagikan ke Pulau Semau, Tanjung Bunga, Lembata, dan Riung.
Perpustakaan SD Negeri Uiboa - Pulau Semau

Setibanya di El Tari, kami dijemput oleh seorang kerabat yang sebelumnya ikut membantu project #DonasiBukuSemau. Kami memanggilnya Kaka Boy. Tak berlama-lama, kami menuju Pelabuhan Tenau kemudian menyewa sebuah perahu untuk menyeberang ke Pulau Semau. Hanya 30 menit, sampailah kami di Pelabuhan Semau.
Disana sudah menunggu seorang lelaki paruh baya, aduh saya lupa nama bapak itu, yang pasti bukan Pak Sef si Kepala Desa Uiboa yang menyambut kedatangan tim #DonasiBukuSemau sebelumnya. Kami menaiki pick-up. Untuk sampai di Desa Uiboa, setidaknya memakan waktu hampir dua jam. Tapi durasi perjalanan di medan yang berdebu dibayar lunas sama pemandangan pantai yang didapat.
Sesampainya disana, kami langsung menuju SD Negeri Uiboa. Dari kejauhan terlihat murid-murid berkumpul di halaman sekolah mereka yang seadanya tersebut. Mereka antusias menyambut kedatangan tim #DonasiBukuFlores meskipun tengah diliburkan karena menyambut Paskah.

Bermain-main dgn adik SD Uiboa

Begitu turun dari Pick-up yang kami naiki, senyum sapa nan semringah menyambut hentakan kaki kami di tanah. Ya, dia adalah Pak Sef. Terlihat raut wajah yang begitu bahagia darinya dan juga murid-murid melihat kedatangan tim #DonasiBukuFlores kali ini.
Kami pun mulai menyerahkan titipan dari para donatur pada murid-murid yang sudah menunggu. Lewat beberapa permainan diiringi lantunan suara nan merdu dari mereka, proses penyerahan pun berlangsung penuh suka cita.
Tapi sangat disayangkan kami tidak bisa berlama-lama di SD Negeri Uiboa ini. Selain karena sudah sore, kami harus kembali ke Kupang karena keesokan paginya berangkat menuju Maumere. Kami pun berpamitan dengan Pak Sef beserta keluarganya, para murid, dan beberapa orang tua murid yang juga menyempatkan diri datang ke sekolah hari itu. Singkat memang, tapi sangat berbekas di hati.
Tanjung Bunga dan Lembata
Kamis (24/03/2016) pagi, kami bergegas menuju El Tari. Begitu sampai, kami disambut dengan antrean yang mengular para penumpang Kalstar. Maklum maskapai kecil, gak bisa chek-in online. Dan Luar biasanya, hanya ada satu orang yang bertugas melayani penumpang kala itu.
Akhirnya kami menaiki pesawat. Gak lama, cuma 30 menit kami su sampai (gaya orang timur kalau bicara) di Bandara Maumere. Disana sudah menunggu Kaka Valentino Luis. Doi ini kontributornya National Geographic lho. Kami menyempatkan diri untuk berbincang cukup lama dengan Kak Valentino ini. Kira2 ada dua jam, sembari menunggu mobil jemputan (baca:carteran) datang.

Si Mobil akhirnya datang. Kami pun bergerak meninggalkan Bandara Mauemere menuju rumah Kak Valentino. Disana, kami menyerahkan secara simbolis titipan donatur untuk disalurkan ke daerah Tanjung Bunga dan Lembata. Kenapa simbolis? Karena titipan donatur untuk dua daerah tersebut akan dibarengin ama kegiatan tim Shoes for Flores bulan Mei 2016 nanti.

Penyerahan simbolis DonasiBuku ke Kak Valentino
Tidak terasa sudah siang menjelang sore. Kami pun berpamitan dengan Kak Valentino dan mencari tempat untuk beristirahat memejamkan mata sejenak. Karena besok pagi, tim #DonasiBukuFlores akan menuju Riung.

Sekolah Kampung Damu - Riung
Jumat (25/03/2016) pagi, kami bertemu dengan Arhul. Janjian di Bandara Ende. Arhul ini bagian dari tim #DonasiBuku juga. Orangnya super sibuk. Kesehariannya ngurusin negara, sebelas duabelas sama Metha. Tapi di tengah kesibukannya, dia menyempatkan diri untuk membantu proses pengiriman titipan donatur ke Kampung Damu.
Arhul yang nyariin kami kendaraan dan mentraktir makan siang di sebuah sebuah RM Padang (yang masak asli Pariaman dan RM Padang pertama di kota Ende). Sembari santap siang, kami sempat menyaksikan arak-arakan masyarakat Ende yang lagi ngerayain hari raya Paskah.

Sebagian Tim #DonasiBuku
Perut su kenyang, mobil pick-up yang bagian belakangnya ditutupin terpal pun su siap berangkat. Tapi sayang, Arhul tidak bisa ikut ke Kampung Damu. Kami pun berpamitan.

Berniat hendak tidur, tapi yang namanya naik pick-up penuh dus buku dan barang bawaan pribadi tidak memungkinkan kami untuk memejamkan mata. Tapi kami pun merasa sangat beruntung, karena lebih dari 1/3 perjalanan ke Kampung Damu, Riung ini menyisir pantai. Lagi-lagi kami dibuat takjub dengan keindahan alam Flores.

Pick-Up yg membawa Tim #DonasiBuku ke Riung
Akhirnya, setelah lima jam perjalanan, tim #DonasiBukuFlores sampai juga di Riung. Kami disambut oleh hujan. Iya hujan! Sempat panik karena tidak semua bagian belakang pick-up tertutup rapi oleh terpal. Beberapa dus pun kena rembesan air hujan. Tapi untungnya buku-buku di dalamnya tidak basah.
Hujan yang tak lama itu pun reda. Kami kemudian bertemu dengan Kak Anto dan Kak Dito. Nah, dua orang ini artisnya Riung nih. Tidak ada yang tidak mengenal keduanya. Mereka pun mengantar tim #DonasiBukuFlores ke sebuah SD di Kampung Damu. Kira-kira 30 menit dari Riung.
Lima menit sebelum tiba di lokasi, belasan anak berlarian menyambut kedatangan tim #DonasiBukuFlores. Lagi-lagi, kami melihat antusiasme yang besar dari anak-anak di Kampung Damu. Dan sesampainya di sana, anak-anak yang tadinya belasan, jumlahnya bertambah jadi puluhan. Kalau tidak salah ingat, ada 52 anak yang datang ke sekolah waktu itu.
Seperti biasa, titipan donatur pun kami bagikan lewat sebuah permainan. Senang bisa menyampaikan amanat donatur, tapi di lain sisi kami sedih karena di kampung ini belum ada listrik. Tapi rasa sedih itu dihapus dengan senyum merekah bak bunga mawar mekar dari setiap anak yang sudah menerima titipan para donatur. 

Priceless Smile :-)
Sayangnya, kebersamaan tim #DonasiBukuFlroes dengan anak-anak Kampung Damu tidak berlangsung lama. Karena tanpa disadari, langit pun perlahan menjadi gelap. Hal yang membuat kami dipaksa untuk berpamitan meninggalkan mereka dan kembali ke Riung sebelum pulang ke Jakarta.

===
Pergi jauh-jauh ke Flores menjadi hal yang berarti bagi kami tim #DonasiBukuFlores. Dan tak henti-hentinya kami menyampaikan rasa terima kasih yang besar untuk setiap donatur yang membantu, baik dalam bentuk donasi buku, donasi dana, donasi info, donasi doa, dan lainnya.
Ucapan terima kasih juga kami alamatkan pada Kak Valentino, Kak Anto, Kak Dito, bapak sopir pick-up yang mengantar kami dari Pelabuhan Semau ke SD Negeri Uiboa (PP), pak Sef beserta keluarga, dan Pak Pafan, sopir pick-up Ende ke Kampung Damu Riung.
Sekali lagi kami, tim #DonasiBukuFlores sampaikan bahwa bila bisa menjadi bagian dari solusi, lalu kenapa masih hanya memaki. Sampai jumpa di project #DonasiBuku berikutnya.

Special Thanks to : 




1 comment: