"Bila bisa menjadi bagian dari solusi, lalu kenapa masih hanya memaki?"

Nov 18, 2014

Project #5: #DonasiBukuWaingapu

11:11 AM Posted by Donasi Buku , , , No comments
Setelah menyelesaikan project #BukuUntukSemau, kami merasa harus segera bergerak lagi untuk project berikutnya. Kali ini kami masih akan bergerak di wilayah Indonesia bagian timur dan juga masih di daerah Nusa Tenggara Timur. Lokasi yang menjadi target db berikutnya adalah di daerah Waingapu, Sumba Timur.

Kali ini target rumah baca yang akan disupply tidak hanya 1, melainkan ada 6 rumah baca. Hampir semuanya tidak memiliki ruangan khusus, hanya memanfaatkan teras rumah pengurusnya sebagai rumah baca.

Berikut ini sedikit gambaran mengenai masing-masing rumah baca.

1. Smart House Popa
 
Smart House Popa berada di Popa, Kelurahan Hambala. Berdasarkan info yang kami terima, daerah dimana rumah belajar ini berdiri merupakan daerah permukiman pemulung. Rumah baca ini masih belum memiliki ruangan khusus, karena hanya menggunakan halaman rumah pengurusnya.

Koleksi buku yang dimiliki taman baca ini baru ada sekitar 30 eksemplar dan jumlah pengunjung per hari sekitar 15 orang. Karena konsep dari Smart House Popa ini adalah tempat belajar, maka buku aktivitas perlu diperbanyak lagi di sini.


2. Rumah Belajar Sola Gratia
Rumah Belajar Sola Gratia berada di daerah Wangga. Sama seperti Smart House Popa, rumah belajar ini pun masih hanya memakai teras rumah sebagai tempat untuk melaksanakan aktivitasnya.

Kegiatan di Rumah Belajar Sola Gratia

Pengurus di sini juga masih membutuhkan volunteer untuk melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Jadi bagi teman-teman yang tinggal di sekitar Rumah Belajar Sola Gratia, bisa banget untuk bantu-bantu kegiatan di rumah belajar ini.


3. Taman Baca Kawangu

Taman Baca Kawangu sama seperti taman baca sebelumnya masih belum memiliki bangunan tersendiri, hanya memakai teras rumah pengurusnya. Pengunjung yang datang pun masih dari sekitarnya saja, dan kebanyakan dari mereka anak-anak.


4. Rumah Belajar Kampung Raja

Rumah Belajar Kampung Raja baru berjalan selama 7 bulan. Rumah belajar ini ternyata memiliki motto "Njaka ta mbuhang ma hamu, mbaca buku mbadi", yang artinya kalau mau maju harus baca buku.

Rumah Belajar Kampung Raja


Rumah belajar ini setiap harinya didatangi sekitar 20 orang. Selain koleksi buku yang harus ditambah, ada sedikit kekurangan lainnya yaitu kurangnyaa sarana prasarana berupa rak buku. Karena belum memiliki rak buku, untuk saat ini seluruh koleksi buku hanya disusun di lantai.

Rumah Belajar Kampung Raja   
5. Rumah Belajar Kampung Barat
 
Rumah belajar yang satu ini dikelola oleh masyarakat dan pemuda setempat. Pengunjung yang datang ke tempat ini pun lebih bervariatif, dari anak-anak hingga orang dewasa.


6. Taman Baca Namu Angu
 
Taman baca yang berlokasi di Kelurahan Kambajawa ini bisa dikatakan sebagai pemantik berdirinya taman baca lainnya di daerah Sumba Timur. Maka tidak aneh bila anggota yang terdaftar sudah ada 137 orang dengan koleksi buku sekitar 200 buku.
  Taman Baca Namu Angu  
    Taman Baca Namu Angu

Bila dibandingkan dengan kelima taman baca lainnya, memang jumlah koleksi buku yang ada terlihat sudah banyak. Namun bila dibandingkan dengan jumlah anggota, koleksi buku tersebut masih kurang. Pengunjung yang sering datang biasanya anak-anak, remaja, maupun para ibu.


*  *  *  *  *


Kesadaran anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sumba (GPS) akan pentingnya sebuah pendidikan, dalam hal ini khususnya membaca, menjadi hal yang memicu berdirinya keenam perpustakaan ini. Sekarang yuk kita saling bergandengan tangan, sama-sama memuaskan minat baca anak-anak dan masyarakat di sekitar rumah baca, sama-sama semakin meningkatkan lagi minat baca dengan membuat koleksi buku di sana jadi semakin banyak dan variatif.

Bersamaan dengan naiknya harga BBM hari ini, semoga kita tidak hanya ingat untuk menggerutu, tetapi malah semakin ingat bagaimana caranya mendukung pendidikan anak-anak yang jauh dari hingar-bingar ibukota, Salah satu cara mudahnya adalah dengan donasi buku.

Semua buku pada dasarnya bisa didonasikan sejauh tidak mengandung konten pornografi dan kekerasan. Namun berikut ini adalah buku-buku yang kami prioritaskan.

  1. Buku cerita anak
  2. Ensiklopedia
  3. Buku beternak/berkebun
  4. Novel remaja
  5. Majalah parenting

Yuk teman-teman yang memiliki buku yang sudah tidak lagi dibaca, yang kondisinya masih baik dan masih layak baca, mari kita jadikan buku 'nganggur' itu jadi lebih bermanfaat dengan mendonasikannya untuk anak-anak di Waingapu.

Jadi, bila bisa jadi bagian dari solusi, kenapa masih hanya memaki?





:: Donasi Buku


0 comments:

Post a Comment