"Bila bisa menjadi bagian dari solusi, lalu kenapa masih hanya memaki?"

Jul 23, 2014

Tim #BukuUntukSemau

11:11 AM Posted by dadasda , , , , No comments
        Penyebaran info mengenai pengumpulan buku untuk semau tampaknya semakin meluas. Dengan meluasnya info ini maka kami harus bisa memastikan bahwa apa yang kami kerjakan saat ini bukanlah kegiatan yang asal-asalan.

         Karena memang Donasi Buku ini pada dasarnya ingin dibuat dinamis, tidak terlalu saklek, maka personil tim yang terlibat ada kemungkinan akan selalu berubah tergantung pada project yang sedang dijalankan .

        Untuk kali ini ada 5 orang yang terlibat khusus dalam project #BukuUntukSemau. Well, sebenarnya berlima ditambah Mas Bolang. Tapi mari kita sebut saja beliau sebagai Bapak Penasehat.

Berikut ini tim #BukuUntukSemau, (coba klik setiap namanya yaaa)

1. JAKARTA
       -  Rida        :  0812.8666.8825
       -  Metha     :  0857.1169.0917

2. KUPANG
        - Arhul       :  0821.4568.0333
        - Arin         :  0811.3830.2233

3. MALANG & SURABAYA
       - Novi         :  0817.9667.735

       Sudah dibuatkan pula beberapa poster yang bisa memudahkan teman-teman dalam menyebar luaskan info terkait #BukuUntukSemau. Yang di bawah ini contohnya. Untuk bisa mendapatkan file asli dari poster tersebut dan tiga poster lainnya bisa didapatkan di sini.




Dan....
Selamat Hari Anak Nasional.
Masa depan Indonesia yang kelak kita titipkan di tangan mereka, alangkah lebih baik bila diiringi dengan bekal yang mencukupi. Jadi, yuk kita bekali mereka mulai dari sekarang. Bisa dimulai dengan mendukung kegiatan #BukuUntukSemau. (m)



::Tim Donasi Buku



Project #3 - #BukuUntukSemau

1:06 AM Posted by dadasda , , , , No comments
Ada yang tau Semau? Ndak tau?
Oke.
Pada mikir typo ya? Ndak apa-apa, Tim Donasi Buku awalnya juga pikir itu typo kok :"

Baiklah akan dijelaskan.
Jadi, Semau adalah pulau yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Siapa tau ada yang berpikir Pulau Semau ada di luar negeri, itu salah yaaa. Pulau Semau masih ada di dalam wilayah teritorial NKRI.

Bila kalian salah satu pecinta pantai atau laut, maka berhati-hatilah, karena jatuh cinta pada pantai di Pulau Semau yang cantiknya luar biasa sungguh tidaklah sulit. Hamparan pasir putih, langit biru cerah atau dilengkapi segerombol awan putih, dengan laut biru turqoise kami yakini sebagai perpaduan ciamik untuk setiap mata yang memandangnya.

Pict By Mas Bolang

Namun sayangnya kecantikan Pulau Semau tidak serta merta tanpa cela. Seperti biasa, semakin jauh jarak suatu daerah dari Ibu Kota, maka perhatian pemerintah akan semakin minim. Akses buku yang masih sulit, misalnya. Oleh sebab itu, ke daerah ini lah project kedua Donasi Buku akan ditujukan.

Lagi-lagi info mengenai sebuah perpustakaan di Pulau Semau ini kami dapatkan dari Mas Bolang yang kali ini sedang menikmati Indonesia bersama dengan Vario hijaunya.

Di Pulau Semau, tepatnya di Desa Uiboa terdapat sebuah perpustakaan sederhana yang merupakan hasil gagasan dari Mahasiswa Universitas Undana yang sedang KKN pada tahun 2010. Dan Perpustakaan tersebut diberi nama Taman Baca Pancaran Kasih (selanjutnya akan disebut TB. Pancaran Kasih).

Pak Stef dan Koleksi Buku di TB. Pancaran Kasih

Saat ini TB. Pancaran Kasih dikelola oleh Pak Stef, Kepala Desa Uiboa. Perlu diketahui bahwa masyarakat Uiboa sangat antusias dalam membaca. Berdasarkan info yang kami peroleh dari Mas Bolang, bahkan masyarakat di sana tau mengenai bercocok tanam dari membaca.

Taman baca terbagi dua, satu untuk orang dewasa dan satunya lagi khusus buku untuk anak terletak di belakang rumah Pak Stef. Saat pagi, taman baca ini difungsikan sebagai PAUD. Saat menunggu anaknya PAUD para orang tua menyempatkan diri untuk membaca di taman baca.

Untuk taman baca anak, setiap hari selalu ramai dikunjungi anak-anak. Sayangnya minat baca yang cukup tinggi tersebut tidak sebanding dengan jumlah koleksi buku yang ada di taman baca. Satu buku pengetahuan sering menjadi bahan rebutan mereka.
Anak-anak bersama Pak Stef

        Anak-anak ini pun belakangan ini semakin tertarik untuk belajar Bahasa Inggris karena memang Pulau Semau mulai banyak didatangi turis asing. Hanya saja sampai saat ini TB. Pancaran kasih belum memiliki kamus maupun modul Bahasa Inggris satu pun.

       Oleh sebab itu kami kembali melakukan pengumpulan buku untuk mengisi rak buku mereka yang lowong. Rencana sementara buku akan diantar ke Semau pada bulan September, oleh sebab itu pengumpulan buku kami tunggu hingga akhir Agustus.

Adapun jenis buku yang dibutuhkan:
  1. Kamus & modul Bahasa Inggris
  2. Ensiklopedia
  3. Buku cerita anak
  4. Buku bercocok tanam atau beternak
  5. Novel
        Buku yang disumbangkan boleh buku baru, buku bekas juga tidak apa-apa asalkan kondisinya masih layak baca. Untuk penyerahan buku bisa langsung hubungi CP yang bisa dilihat di sini.

        Untuk info kegiatan pengumpulan buku kali ini bisa dipantau di akun twitter maupun grup FB kami, bisa juga pantau linimasa dengan hashtag #BukuUntukSemau.


Sekian dulu infonya. Salam buku dari Tim Donasi Buku :)
(m)

Jul 22, 2014

Project #1 dan Project #2 - Kondang Merak

11:26 AM Posted by dadasda , No comments
        Kegiatan perdana kami dilaksanakan pada 30 - 31 Maret 2014 kemarin. Dan bisa juga dijadikan sejarah terbentuknya Donasi Buku.

        Semua diawali dari sebuah blogposting seorang traveller, mari sebut saja namanya Mas Bolang.
Postingan blog ini bercerita tentang sebuah desa nelayan yang anak-anaknya punya minat baca yang tinggi namun kondisi perpustakaannya sangat sederhana dan koleksi buku anaknya kurang. Lalu tercetuslah ide untuk bisa ikut menambah koleksi buku di sana. Ngobrol-ngobrol dulu lah sama Mas Bolang. Setelah dapat iyes dari Mas Anang Bolang, step selanjutnya yang harus dilakukan adalah sebar info mengenai pengumpulan buku ini dan juga cari info akomodasi untuk mencapai Kondang Merak.


        Karena waktu yang kami punya untuk pengumpulan buku saat itu hanya satu bulan, ditambah belum ada yang bisa desain poster, pun masing-masing punya kesibukan sendiri, jadilah informasi pengumpulan buku hanya dilakukan di sosmed. Hanya pasang status dengan hashtag #donasibuku, tanpa poster. Sangat sederhana.

       Tapi siapa yang sangka, buku yang terkumpul lumayan banyak. God always work in a mysterious way, indeed.

        Lokasi menuju ke desa nelayan di Kondang Merak ini aksesnya cukup sulit, karena jalanan masih berbatu dan tidak ada angkutan umum yang sampai ke sana. Dengan bantuan Tim Taft Diesel Malang Raya, tumpukan buku kami berhasil melewati megahnya kawasan hutan Malang Selatan dan sudah duduk manis di Pantai Kondang Merak menunggu Tim Donasi Buku yang masih ajrut-ajrutan di angkot yang kami sewa untuk ke Pantai Kondang Merak.

        Perjalanan jauh yang melelahkan dan ajrut-ajrutan itu sudah lunas dibayar oleh ini.
Smile People, Smile :)
       Saat kami di sana, didapatilah fakta ternyata yang punya minat baca tinggi tidak hanya anak-anak, para Ibu juga punya ketertarikan membaca. Ditambah dengan alasan anak-anak Kondang Merak yang sulit memperoleh alat-alat tulis karena jauh dari kota, kalaupun ada harganya mahal, maka kami memutuskan untuk mengumpulkan kembali donasi buku. Dan kali ini fokus pengumpulan buku tidak hanya buku anak.

       Tanggal 10 - 11 Mei 2014 kami kembali ke Kondang Merak untuk menyerahkan buku yang terkumpul, ditambah dengan peralatan tulis untuk anak-anak serta meja kecil untuk keperluan perpustakaan. Karena saat itu sedang ada liputan dari Metro TV mengenai keanekaragaman ekosistem laut maupun hutan, kegiatan penyerahan buku pun sempat sedikit tertangkap kamera.

       Bila ada yang ingin tau betapa indahnya Kondang Merak bisa lihat hasil liputan 1000 Meter Metro TV dengan tema Tepi Pantai Kondang Merak bisa dilihat di sini untuk episode pertamanya, dan masih ada 2 episode lainnya.

       Iya, kami kesana hanya ingin berbagi satu kebahagiaan dengan mereka. Tapi pulang-pulang kami ditampar berjubel kebahagiaan berkali-kali lipat, yang sama sekali tidak kami prediksi. Ah, terima kasih anak-anak Kondang Merak, hasrat kalian pada buku membantu kami menemukan keluarga baru.

      Kakak-kakak donatur, sekali lagi terima kasih untuk kesediaannya membantu kami mengumpulkan jendela dunia untuk mereka. Terima kasih Mas Bolang sudah membuat tulisan yang menggugah dan menghantar kami ke Kondang Merak. Mas dan mbak dari TDI, Mas Andik dari Sahabat Alam, and Van Den Hurk couple, terima kasih. Terberkatilah kalian.

Karena sesungguhnya, kita sedang berinvestasi pada anak bangsa. (m)

Pict. taken by Ibnu Ary Wibowo