"Bila bisa menjadi bagian dari solusi, lalu kenapa masih hanya memaki?"

Nov 18, 2014

Tim #DonasiBukuWaingapu

Seperti yang sudah pernah kami sampaikan, tim db akan terus berubah secara dinamis, tergantung pada project yang sedang berjalan. Kali ini tim #DonasiBukuWaingapu baru ada di 4 kota yaitu Jakarta, Malang, Sumba, dan Kupang

Dan sekarang saatnya bagi kami untuk memperkenalkan tim #DonasiBukuWaingapu.

1. JAKARTA
  • Rida     : 0812.8666.8825
  • Metha   : 0857.1169.0917

2. MALANG
  • Novi     : 0817.9667.735

3. SUMBA
  • Vani     : 0852.3826.5890
  • Herlin   : 0852.3728.2928

4. KUPANG
  • Inda     : 0857.3718.5559
  • Arin     : 0811.3830.233
  • Arhul   : 0821.4568.0333

Bila masih ada yang masih belum jelas, info lebih detailnya teman-teman bisa hubungi contact person secara langsung.

Bila teman-teman masih belum bisa atau belum ingin membantu dalam bentuk mendonasikan buku, masih ada kok cara yang jauh lebih mudah untuk membantu. Bantu mempublikasikan info ini sudah bisa cukup membantu kami.

Di bawah ini ada poster yang bisa teman-teman pakai untuk membantu menyebarluaskan info mengenai pengumpulan buku. Poster juga bisa di download dari sini.





Sekali lagi, silahkan pilih sendiri caramu membantu. Apapun itu, kami berterima kasih.




::DonasiBuku

Project #5: #DonasiBukuWaingapu

11:11 AM Posted by dadasda , , , No comments
Setelah menyelesaikan project #BukuUntukSemau, kami merasa harus segera bergerak lagi untuk project berikutnya. Kali ini kami masih akan bergerak di wilayah Indonesia bagian timur dan juga masih di daerah Nusa Tenggara Timur. Lokasi yang menjadi target db berikutnya adalah di daerah Waingapu, Sumba Timur.

Kali ini target rumah baca yang akan disupply tidak hanya 1, melainkan ada 6 rumah baca. Hampir semuanya tidak memiliki ruangan khusus, hanya memanfaatkan teras rumah pengurusnya sebagai rumah baca.

Berikut ini sedikit gambaran mengenai masing-masing rumah baca.

1. Smart House Popa
 
Smart House Popa berada di Popa, Kelurahan Hambala. Berdasarkan info yang kami terima, daerah dimana rumah belajar ini berdiri merupakan daerah permukiman pemulung. Rumah baca ini masih belum memiliki ruangan khusus, karena hanya menggunakan halaman rumah pengurusnya.

Koleksi buku yang dimiliki taman baca ini baru ada sekitar 30 eksemplar dan jumlah pengunjung per hari sekitar 15 orang. Karena konsep dari Smart House Popa ini adalah tempat belajar, maka buku aktivitas perlu diperbanyak lagi di sini.


2. Rumah Belajar Sola Gratia
Rumah Belajar Sola Gratia berada di daerah Wangga. Sama seperti Smart House Popa, rumah belajar ini pun masih hanya memakai teras rumah sebagai tempat untuk melaksanakan aktivitasnya.

Kegiatan di Rumah Belajar Sola Gratia

Pengurus di sini juga masih membutuhkan volunteer untuk melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Jadi bagi teman-teman yang tinggal di sekitar Rumah Belajar Sola Gratia, bisa banget untuk bantu-bantu kegiatan di rumah belajar ini.


3. Taman Baca Kawangu

Taman Baca Kawangu sama seperti taman baca sebelumnya masih belum memiliki bangunan tersendiri, hanya memakai teras rumah pengurusnya. Pengunjung yang datang pun masih dari sekitarnya saja, dan kebanyakan dari mereka anak-anak.


4. Rumah Belajar Kampung Raja

Rumah Belajar Kampung Raja baru berjalan selama 7 bulan. Rumah belajar ini ternyata memiliki motto "Njaka ta mbuhang ma hamu, mbaca buku mbadi", yang artinya kalau mau maju harus baca buku.

Rumah Belajar Kampung Raja


Rumah belajar ini setiap harinya didatangi sekitar 20 orang. Selain koleksi buku yang harus ditambah, ada sedikit kekurangan lainnya yaitu kurangnyaa sarana prasarana berupa rak buku. Karena belum memiliki rak buku, untuk saat ini seluruh koleksi buku hanya disusun di lantai.

Rumah Belajar Kampung Raja   
5. Rumah Belajar Kampung Barat
 
Rumah belajar yang satu ini dikelola oleh masyarakat dan pemuda setempat. Pengunjung yang datang ke tempat ini pun lebih bervariatif, dari anak-anak hingga orang dewasa.


6. Taman Baca Namu Angu
 
Taman baca yang berlokasi di Kelurahan Kambajawa ini bisa dikatakan sebagai pemantik berdirinya taman baca lainnya di daerah Sumba Timur. Maka tidak aneh bila anggota yang terdaftar sudah ada 137 orang dengan koleksi buku sekitar 200 buku.
  Taman Baca Namu Angu  
    Taman Baca Namu Angu

Bila dibandingkan dengan kelima taman baca lainnya, memang jumlah koleksi buku yang ada terlihat sudah banyak. Namun bila dibandingkan dengan jumlah anggota, koleksi buku tersebut masih kurang. Pengunjung yang sering datang biasanya anak-anak, remaja, maupun para ibu.


*  *  *  *  *


Kesadaran anak-anak muda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Sumba (GPS) akan pentingnya sebuah pendidikan, dalam hal ini khususnya membaca, menjadi hal yang memicu berdirinya keenam perpustakaan ini. Sekarang yuk kita saling bergandengan tangan, sama-sama memuaskan minat baca anak-anak dan masyarakat di sekitar rumah baca, sama-sama semakin meningkatkan lagi minat baca dengan membuat koleksi buku di sana jadi semakin banyak dan variatif.

Bersamaan dengan naiknya harga BBM hari ini, semoga kita tidak hanya ingat untuk menggerutu, tetapi malah semakin ingat bagaimana caranya mendukung pendidikan anak-anak yang jauh dari hingar-bingar ibukota, Salah satu cara mudahnya adalah dengan donasi buku.

Semua buku pada dasarnya bisa didonasikan sejauh tidak mengandung konten pornografi dan kekerasan. Namun berikut ini adalah buku-buku yang kami prioritaskan.

  1. Buku cerita anak
  2. Ensiklopedia
  3. Buku beternak/berkebun
  4. Novel remaja
  5. Majalah parenting

Yuk teman-teman yang memiliki buku yang sudah tidak lagi dibaca, yang kondisinya masih baik dan masih layak baca, mari kita jadikan buku 'nganggur' itu jadi lebih bermanfaat dengan mendonasikannya untuk anak-anak di Waingapu.

Jadi, bila bisa jadi bagian dari solusi, kenapa masih hanya memaki?





:: Donasi Buku


Oct 27, 2014

Pembatalan Project #4: Renovasi Perpustakaan Gedhek

12:12 PM Posted by dadasda No comments
Beberapa minggu yang lalu, kami sudah mengumumkan perihal dimulainya Project #4 : Renovasi Perpustakan Gedhek. Namun semakin ke sini ternyata rencana berubah. Yang awalnya kami ketahui hanya akan ada renovasi, berubah jadi relokasi perpustakan, seperti yang bisa dibaca di chat screenshot di bawah ini.



Rencananya akan didirikan bangunan baru yang nantinya akan berfungsi sebagai perpustakaan dan pendopo untuk tempat berkumpul warga. Dan untuk melakukan relokasi tidak bisa langsung asal membangun karena ternyata untuk mendirikan bangunan baru tersebut dibutuhkan ijin dari Perhutani dan kemungkinan waktunya sangat tentatif.

Tentatifnya rencana dan waktu untuk relokasi ini ditakutkan akan memperlambat project DonasiBuku ke tempat lain, sehingga kami memutuskan untuk membatalkan project ini supaya bisa fokus dengan project lainnya.

Tanpa mengurangi rasa hormat kami kepada teman-teman yang sudah membantu share info Project Renovasi Perpustakaan Gedhek, dengan ini Project #4 : Renovasi Perpustakaan Gedhek kami batalkan.
(m)



Horat Kami,
:: Tim DonasiBuku




Oct 7, 2014

Project #4 - Renovasi Perpustakaan Gedhek

10:10 AM Posted by dadasda No comments




Ada yang masih ingat dengan Perpustakaan Gedhek di Kondang Merak yang rak bukunya sudah kita penuhi dengan buku beberapa bulan yang lalu?
Supaya ingat lagi atau mungkin bila belum tau, silahkan buka tautan ini.

Secara kasat mata, kita bisa lihat betapa sederhananya perpustakaan ini. Dengan dinding gedhek yang sudah mulai berlubang di sana sini, mungkin bila dilihat sepintas tidak akan ada yang menyadari ada setumpuk ilmu yang tertata rapi di dalamnya.

Musim hujan sebentar lagi akan datang. Kondisi Perpustakaan Gedheg yang mulai penuh lubang dikhawatirkan tidak bisa setangguh tahun-tahun sebelumnya dalam menghadapi hujan. Demi mengantisipasi rusaknya koleksi buku karena terkena bocoran hujan, kami bermaksud merenovasi bangunan perpustakaan ini. Selain menghindari kebocoran, kami juga berharap anak-anak maupun warga Kondang Merak bisa semakin nyaman dalam menikmati koleksi buku di perpustakaan ini.

Project DonasiBuku kali ini memang agak sedikit berbeda. Tidak seperti biasanya dimana kami mengumpulkan buku-buku untuk menambah koleksi perpustakaan atau taman baca, project kali ini kami mengajak teman-teman sekalian untuk membantu kami memberikan supply bahan-bahan bangunan yang diperlukan dalam renovasi ini.

Di bawah ini merupakan perbincangan dengan Om Tyo mengenai rencana renovasi Perpustakaan Gedhek. Dinding perpustakaan akan dipertahankan menggunakan gedhek namun diberikan treatment khusus supaya tidak cepat rusak.

Rencana Renovasi Perpustakaan Gedhek

Direncanakan, pada bulan November proses renovasi sudah bisa dimulai. Untuk itu, bahan-bahan bangunan yang kami butuhkan untuk merealisasikan hal ini adalah
  • Semen
  • Pasir hitam
  • Batu bata
  • Kayu untuk kuda-kuda dan rangka atap
  • Gedhek / anyaman bambu
  • Kusen + pintu
  • Genteng


Seperti biasa, bagi teman-teman yang ingin membantu bisa hubungi contact person di bawah ini:

Jakarta
  • Rida      : 0812.8666.8825
  • Metha   : 0857.1169.0917

Malang
  • Andik  : 0812.5308.5344
  • Novi    : 0817.9667.735


Selamat membantu!
(m)



::Tim DonasiBuku



#BukuUntukSemau - Kenangan Manis di Pulau Mistis

9:09 AM Posted by dadasda No comments



Minggu terakhir di Bulan September, akhirnya tim DonasiBuku berhasil menyerahkan amanat yang dititipkan oleh teman-teman donatur untuk Masyarakat Desa Uiboa. Total ada 13 dus buku yang nantinya akan dibagi dua untuk Taman Baca Pancaran Kasih dan perpustakaan di SD Negeri Uiboa, dan ada pula 3 dus tas dari Berrybenka untuk para ibu di Desa Uiboa.

Mbak Novi - Tim Malang & Surabaya - lebih dulu berangkat ke Kupang di hari Kamis tanggal 25 September, dan pada Jumat dini hari Tim Jakarta, Rida dan Metha, menyusul dari Jakarta. Selama di Kupang ketiga wanita ini tinggal di kediaman Mbak Arin yang merupakan salah satu Tim Kupang.

Setelah Arhul juga tiba di rumah Mbak Arin, Tim DonasiBuku lengkap sudah dan selain itu juga ada dua volunteer yang kelak berperan sebagai kuli angkut, yaitu Raches dan Yuan. Selagi menunggu kedatangan Om Almi dari TDI Kupang yang bersedia menyediakan transportasi buku-buku menuju Pelabuhan Tenau, Tim melakukan diskusi singkat mengenai teknis di lapangan nantinya dan tentu saja tidak lupa konon katanya harus ada selfie sebelum 'bertempur'.

The Team

Perjalanan kami dimulai sekitar pukul 11 dari rumah Mbak Arin menuju Pelabuhan Tenau dan di sana kami dijemput Mama Ester, adik dari Bapak Kepala Desa Uiboa. Penyeberangan menuju Pelabuhan Semau membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dan ternyata Pak Sef juga sudah menunggu di Pelabuhan Semau bersama dengan kendaraan yang akan mengantar kami dan buku-buku menuju Desa Uiboa.

Sekilas melepas pandang di Pulau Semau membuat kami merasa bahwa target yang kami tuju sudah tepat. Di balik tampilan eksotis dan jajaran pantai yang cantik luar biasa, kawasan ini begitu kering dan berdebu, jalan yang kami lalui pun sebagian besar masih berbatu dan belum diaspal. Jangan tanya mengenai transportasi umum, bahkan untuk menuju Desa Uiboa kami harus offroad dengan menggunakan...Pick Up. Iya, pick up.

Terik yang menyengat selama perjalanan dari Pelabuhan Semau sampai ke Desa Uiboa yang kami tempuh kurang lebih 1,5 jam, beberapa kali luruh dan seketika teduh oleh kekaguman kami terhadap cantiknya pantai-pantai yang ada. Sepertinya Tuhan sedang jatuh cinta saat memadu-padankan birunya langit dengan air laut yang turqoise dan hamparan pasir putih di sekeliling Pulau Semau.

Selama di Desa Uiboa, kami diperkenankan untuk tinggal di rumah keluarga Bapa Sef. Di rumah itu kami tidak dijamu sebagai tamu, kami diperlakukan dengan begitu hangat bagai keluarga yang sudah lama tidak bertemu.

Murid-murid SD Uiboa

Keesokan harinya, yaitu hari Sabtu 27 September, Kepala Sekolah SD Negeri Uiboa ingin bertemu kami untuk membicarakan beberapa hal. Ternyata pihak sekolah juga masih membutuhkan buku pendamping sebagai bahan referensi untuk siswa-siswanya. Karena bagi kami, tak peduli dimana buku tersebut akan ditempatkan, asalkan buku-buku dirawat baik dan anak-anak ataupun warga bisa mengakses buku-buku tersebut dengan mudah, maka teknis pembagian buku kami serahkan pada kebijakan Pak Sef dan Bapak Kepala Sekolah.

Sesi Menulis Surat

Selepas bincang dengan Kepala Sekolah, kami mengajak beberapa siswa ikut dengan kami untuk sesi tulis surat di tepi Pantai Liman. Yang menarik adalah, ada satu anak yang masih belum lancar menulis, namanya Natalia. Dengan bimbingan Rida, Natalia yang pada dasarnya memiliki daya serap yang cepat akhirnya bisa menulis huruf A - Z. Sepulang dari pantai, Natalia bercerita dengan riang kepada Bapa Sef kalau sekarang dia sudah bisa menulis, dan dia mau ibu guru tetap tinggal saja di Semau supaya Natalia cepat pintar. Keinginan sederhana yang menghangatkan hati kami namun belum bisa kami penuhi.


Natalia

Pada hari ketiga di Pulau Semau, Bapak Penasihat DonasiBuku a.k.a Mas Bolang bersama Kak Inda akhirnya datang juga bersama dengan rombongan teman-teman dari Tapaleuk Ukur Kaki Kupang. Acara dilaksanakan di ruangan PAUD dan diawali dengan sedikit belajar sambil bernyanyi dan bermain dengan adik-adik. Tidak lama, dus-dus berisi buku dibuka dan adik-adik bebas memilih buku apa saja yang ingin mereka baca. Setelah anak-anak puas dengan buku-bukunya, giliran para ibu dipersilahkan memilih tas hasil donasi dari Berrybenka.



Hari yang hingar bingar penuh sukacita itu bagai mengisi penuh rongga hati sebagai penawar letih yang kami lalui di tiga bulan persiapan project ini. Segala rasa nyaris putus asa, segala letih tak terkira, segala daya upaya mengusahakan biaya pengiriman, dan segala tetek-bengek lainnya seketika sirna ditelan binar mata anak-anak yang mulai menikmati perjalanan imajinernya melalui buku.

Segala rasa cinta kami teteskan di setiap buku, doa dan harapan pun kami selipkan di sela-selanya. Kali ini kami menabur mimpi, besar harapan kami teman-teman di Kupang bisa melanjutkan garapan ini supaya kelak mereka bisa memetik mimpinya.

Dan kembali kami hanya bisa menghaturkan ucapan terima kasih untuk banyak pihak yang sudah membantu, yang tidak sanggup kami jabarkan satu persatu. Karena tanpa dukungan dari kalian, DonasiBuku tidak akan sanggup melangkah sejauh ini. Mari terus kita bersinergi merapatkan barisan, menggulung lengan baju dan mulai turun tangan. Karena bila bisa menjadi bagian dari solusi, kenapa masih hanya memaki?

Siapa yang sangka DonasiBuku bisa menjangkau pulau yang menurut banyak orang cukup mistis ini, dengan segala peringatan untuk berhati-hati dan banyak berdoa tiap kali kami bercerita akan mengunjungi daerah ini.

Nyatanya, ada kenangan manis yang kami ukir di pulau yang mereka bilang mistis.
(m)




::Tim DonasiBuku



Sep 6, 2014

Lika-Liku Sortir Buku

11:11 AM Posted by dadasda No comments
       Setelah berjibaku dengan ribuan buku selama tiga kali akhir pekan, setelah rutin mules setiap menuju akhir pekan karena cari bantuan untuk nyetir dan tambahan kendaraan, akhirnya SEMUA BUKU yang terkumpul berhasil disortir, dipak, dan saat ini sudah dalam perjalanan menuju Kupang.

       Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Tim Jakarta #BukuUntukSemau kebanjiran buku. Selain dapat donasi dari personal kami juga mendapatkan donasi buku dari SMP Strada Tangerang dan Gereja St. Maria Tangerang yang jumlahnya cukup bikin shock saking banyaknya. Jumlah yang di luar ekspektasi tersebut ternyata menghadirkan 3 permasalahan baru, yaitu:
  1. Kendaraan untuk angkut buku dari dua lokasi tersebut
  2. Tempat untuk ngedrop buku-buku tersebut karena kami memang belum punya basecamp
  3. Kurangnya personil untuk sortir buku
       Point pertama dan kedua itu yang paling urgent, untuk point ketiga masih bisa kami atur. Di tengah gundah gulana gelap gulita ga ada ide mesti gimana, Mas Anto dari TDI Malang Raya memperkenalkan kami dengan TDI Jakarta, dan taraaaaa TDI Jakarta bisa bantu untuk angkut buku bahkan diberikan space untuk drop buku sementara.
 
 
Sortir Buku Batch #1
 

      Sortir buku batch #1 berlangsung tanggal 16-17 Agustus 2014. Sabtu tanggal 16 masih menggunakan satu Avanza karena Om Wing dan Om Why dari TDI Jakarta baru bisa bantu di hari Minggu. Hari itu kami dua kali bolak-balik Tangerang - Bintaro. Kenapa di Bintaro? Karena kami beruntung lagi, ada teman di daerah Bintaro yang juga bersedia rumahnya diacak-acak tim donasibuku sebagai tempat persinggahan sementara buku-buku yang kami ambil.

Geng Terampil Bermusik dengan salam Lakban Pink di Gambar Kanan Atas

       Sempat mabok karena selalu menemukan berdus-dus buku Terampil Bermusik mendorong kami untuk membentuk Geng Terampil Bermusik dengan sebuah salam persaudaraan yaitu Salam Lakban Pink (halah!). Oh maaf, sila abaikan kalimat sebelumnya. Dengan meminjam tenaga sepasang suami istri, Topan yang dijadikan supir Avanza trayek Tangerang - Bintaro dan Prima sang istri yang dipaksa bergabung dengan geng terampil bermusik demi penyortiran buku, juga memanfaatkan tenaga sortir dari Ieke sang empunya rumah, proses angkut dan sortir buku berjalan lancar.

       Di tengah kejenuhan membuka kardus isinya terampil bermusik terus, tiba-tiba kami kedatangan penulis buku U-Turn, Mbak Nadya Prayudhi. Dan ternyata Mbak Nadya datang dengan setumpuk buku dan bagus-bagusss, yang nyortir langsung berbinar-binar matanya.

Geng Terampil Bermusik dengan Mbak Nadya (baju putih)

      Keesokan harinya tanggal 17 Agustus, Tim DonasiBuku yang diwakili oleh Rida tanpa sempat upacara bendera maupun baca proklamasi langsung meluncur lagi ke Tangerang bersama dengan Tim TDI Jakarta untuk mengambil sisa buku yang ada di SMP Strada. Satu Pick Up Panther dan satu Daihatsu Hiline ternyata masih belum bisa mengangkut keseluruhan buku.

Sudah terangkut banyak dan masih tersisa banyak :)



Sortir Buku Batch #2

      Sortir buku batch #2 dilakukan tanggal 23-24 Agustus. Seperti minggu lalu, Tim TDI Jakarta tidak bisa bantu di hari Sabtu.

      23 Agustus, paginya Rida langsung ambil buku di Gereja St. Maria Tangerang, sedangkan Metha menyelam bebas sendirian di buku-buku yang sudah diambil di minggu sebelumya. Sampai setengah hari Tim DonasiBuku hanya kerja berdua. Nyaris putus asa karena buku yang harus kami sortir jumlahnya ribuan, iya serius, ribuan. Sampai tiba-tiba sekitar jam 2 datang tiga wanita yang ternyata adalah teman dari Mas Bolang. Echi, Apit dan Hanum datang, kami pun berbinar-binar. Agak sore, Mas Bolang datang bawa satu teman lagi, Mbak Indri.

The Kuli Sortir

       Garasi yang bentuknya sudah ngga karuan karena tumpukan buku pun dengan perlahan namun pasti semakin tertata lumayan rapi, semua itu karena cinta, eh semua karena bala bantuan dari para wanita kece tadi.
Dan akhirnya Tim DonasiBuku bisa ketemu juga lho sama Mas Bolang di project kali ini.

Rida - 'Ajeng' - Metha dan DB's Angels yang ngga sadar kamera

       Tanggal 24 Agustus nya, gantian Metha yang ke Gereja St. Maria untuk ambil sisa buku. Kali ini ada Om Why dan Mas Bolang yang bisa ikutan angkut buku. Sedangkan Rida menyelesaikan sortir dan packing buku dengan dibantu Mas Gembong dan juga Om Wing. Dan hap hap hap, ada 10 kardus buku yang akhirnya sudah rapi dikemas.

"Jadi kuli pun harus tetap sumringah" - Kira-kira demikian tagline-nya
       Untuk masalah pengiriman buku ke Kupang, kami mempercayakannya pada CSM Cargo. Hari Senin, 25 Agustus, 10 dus buku dengan berat total 284 Kg akhirnya di-pick up oleh CSM Cargo sebagai pengiriman #BukuUntukSemau kloter pertama kami.

Pick up buku oleh CSM Cargo


Sortir Buku Batch #3

       Sortir buku batch #3 dilaksanakan tanggal 30 Agustus. Kali ini kami dapat dua tenaga bantuan, Bayu yang sepaket dengan mobilnya berperan menjadi supir dan kuli panggul bersama dengan Rida. Serta Ghiet yang berperan jadi kuli sortir bersama Metha di garasi Om Wing di Haji Nawi.



       Karena target kami semua buku dari SMP Strada harus sudah terangkut kemarin Sabtu, hal tersebut berakibat pada Toyota Rush Bayu sempat turun berok karena dipaksakan mengangkut semua buku yang tersisa. Saking penuhnya, saat pintu mobil dibuka beberapa buku langsung jatuh berantakan.

       Akhirnya seluruh buku dari SMP Strada Tangerang dan Gereja St. Maria maupun donasi buku dari personal berhasil dikumpulkan, disortir, dan dikemas dengan rapi. Dan pada Senin 1 September, pihak CSM Cargo kembali melakukan pick up donasi #BukuUntukSemau kloter kedua.



* * * * *


        Dengan banyaknya buku yang terkumpul, bisa dikatakan bahwa hasil publikasi pengumpulan #BukuUntukSemau sukses besar. Berjibaku dengan ratusan buku bahkan mungkin hingga ribuan buku dengan kondisi kurangnya tenaga sortir maupun kendaraan untuk keperluan pengambilan buku, terkadang membawa kami pada perasaan nyaris putus asa. Namun seperti yang sering kami ucapkan beberapa kali, God always work in a mysterious way. Semua yang kami butuhkan dicukupkan tepat pada waktunya, tidak terlalu cepat apalagi terlambat.

       Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pengumpulan buku kali ini. Semua yang namanya sudah disebutkan di atas, maupun yang terlewat dan tidak tertulis, sekali lagi kami haturkan terima kasih banyak. Karena sesungguhnya, apa lah DonasiBuku ini tanpa kalian :)
(m)



::Tim DonasiBuku


Jul 23, 2014

Tim #BukuUntukSemau

11:11 AM Posted by dadasda , , , , No comments
        Penyebaran info mengenai pengumpulan buku untuk semau tampaknya semakin meluas. Dengan meluasnya info ini maka kami harus bisa memastikan bahwa apa yang kami kerjakan saat ini bukanlah kegiatan yang asal-asalan.

         Karena memang Donasi Buku ini pada dasarnya ingin dibuat dinamis, tidak terlalu saklek, maka personil tim yang terlibat ada kemungkinan akan selalu berubah tergantung pada project yang sedang dijalankan .

        Untuk kali ini ada 5 orang yang terlibat khusus dalam project #BukuUntukSemau. Well, sebenarnya berlima ditambah Mas Bolang. Tapi mari kita sebut saja beliau sebagai Bapak Penasehat.

Berikut ini tim #BukuUntukSemau, (coba klik setiap namanya yaaa)

1. JAKARTA
       -  Rida        :  0812.8666.8825
       -  Metha     :  0857.1169.0917

2. KUPANG
        - Arhul       :  0821.4568.0333
        - Arin         :  0811.3830.2233

3. MALANG & SURABAYA
       - Novi         :  0817.9667.735

       Sudah dibuatkan pula beberapa poster yang bisa memudahkan teman-teman dalam menyebar luaskan info terkait #BukuUntukSemau. Yang di bawah ini contohnya. Untuk bisa mendapatkan file asli dari poster tersebut dan tiga poster lainnya bisa didapatkan di sini.




Dan....
Selamat Hari Anak Nasional.
Masa depan Indonesia yang kelak kita titipkan di tangan mereka, alangkah lebih baik bila diiringi dengan bekal yang mencukupi. Jadi, yuk kita bekali mereka mulai dari sekarang. Bisa dimulai dengan mendukung kegiatan #BukuUntukSemau. (m)



::Tim Donasi Buku



Project #3 - #BukuUntukSemau

1:06 AM Posted by dadasda , , , , No comments
Ada yang tau Semau? Ndak tau?
Oke.
Pada mikir typo ya? Ndak apa-apa, Tim Donasi Buku awalnya juga pikir itu typo kok :"

Baiklah akan dijelaskan.
Jadi, Semau adalah pulau yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Siapa tau ada yang berpikir Pulau Semau ada di luar negeri, itu salah yaaa. Pulau Semau masih ada di dalam wilayah teritorial NKRI.

Bila kalian salah satu pecinta pantai atau laut, maka berhati-hatilah, karena jatuh cinta pada pantai di Pulau Semau yang cantiknya luar biasa sungguh tidaklah sulit. Hamparan pasir putih, langit biru cerah atau dilengkapi segerombol awan putih, dengan laut biru turqoise kami yakini sebagai perpaduan ciamik untuk setiap mata yang memandangnya.

Pict By Mas Bolang

Namun sayangnya kecantikan Pulau Semau tidak serta merta tanpa cela. Seperti biasa, semakin jauh jarak suatu daerah dari Ibu Kota, maka perhatian pemerintah akan semakin minim. Akses buku yang masih sulit, misalnya. Oleh sebab itu, ke daerah ini lah project kedua Donasi Buku akan ditujukan.

Lagi-lagi info mengenai sebuah perpustakaan di Pulau Semau ini kami dapatkan dari Mas Bolang yang kali ini sedang menikmati Indonesia bersama dengan Vario hijaunya.

Di Pulau Semau, tepatnya di Desa Uiboa terdapat sebuah perpustakaan sederhana yang merupakan hasil gagasan dari Mahasiswa Universitas Undana yang sedang KKN pada tahun 2010. Dan Perpustakaan tersebut diberi nama Taman Baca Pancaran Kasih (selanjutnya akan disebut TB. Pancaran Kasih).

Pak Stef dan Koleksi Buku di TB. Pancaran Kasih

Saat ini TB. Pancaran Kasih dikelola oleh Pak Stef, Kepala Desa Uiboa. Perlu diketahui bahwa masyarakat Uiboa sangat antusias dalam membaca. Berdasarkan info yang kami peroleh dari Mas Bolang, bahkan masyarakat di sana tau mengenai bercocok tanam dari membaca.

Taman baca terbagi dua, satu untuk orang dewasa dan satunya lagi khusus buku untuk anak terletak di belakang rumah Pak Stef. Saat pagi, taman baca ini difungsikan sebagai PAUD. Saat menunggu anaknya PAUD para orang tua menyempatkan diri untuk membaca di taman baca.

Untuk taman baca anak, setiap hari selalu ramai dikunjungi anak-anak. Sayangnya minat baca yang cukup tinggi tersebut tidak sebanding dengan jumlah koleksi buku yang ada di taman baca. Satu buku pengetahuan sering menjadi bahan rebutan mereka.
Anak-anak bersama Pak Stef

        Anak-anak ini pun belakangan ini semakin tertarik untuk belajar Bahasa Inggris karena memang Pulau Semau mulai banyak didatangi turis asing. Hanya saja sampai saat ini TB. Pancaran kasih belum memiliki kamus maupun modul Bahasa Inggris satu pun.

       Oleh sebab itu kami kembali melakukan pengumpulan buku untuk mengisi rak buku mereka yang lowong. Rencana sementara buku akan diantar ke Semau pada bulan September, oleh sebab itu pengumpulan buku kami tunggu hingga akhir Agustus.

Adapun jenis buku yang dibutuhkan:
  1. Kamus & modul Bahasa Inggris
  2. Ensiklopedia
  3. Buku cerita anak
  4. Buku bercocok tanam atau beternak
  5. Novel
        Buku yang disumbangkan boleh buku baru, buku bekas juga tidak apa-apa asalkan kondisinya masih layak baca. Untuk penyerahan buku bisa langsung hubungi CP yang bisa dilihat di sini.

        Untuk info kegiatan pengumpulan buku kali ini bisa dipantau di akun twitter maupun grup FB kami, bisa juga pantau linimasa dengan hashtag #BukuUntukSemau.


Sekian dulu infonya. Salam buku dari Tim Donasi Buku :)
(m)

Jul 22, 2014

Project #1 dan Project #2 - Kondang Merak

11:26 AM Posted by dadasda , No comments
        Kegiatan perdana kami dilaksanakan pada 30 - 31 Maret 2014 kemarin. Dan bisa juga dijadikan sejarah terbentuknya Donasi Buku.

        Semua diawali dari sebuah blogposting seorang traveller, mari sebut saja namanya Mas Bolang.
Postingan blog ini bercerita tentang sebuah desa nelayan yang anak-anaknya punya minat baca yang tinggi namun kondisi perpustakaannya sangat sederhana dan koleksi buku anaknya kurang. Lalu tercetuslah ide untuk bisa ikut menambah koleksi buku di sana. Ngobrol-ngobrol dulu lah sama Mas Bolang. Setelah dapat iyes dari Mas Anang Bolang, step selanjutnya yang harus dilakukan adalah sebar info mengenai pengumpulan buku ini dan juga cari info akomodasi untuk mencapai Kondang Merak.


        Karena waktu yang kami punya untuk pengumpulan buku saat itu hanya satu bulan, ditambah belum ada yang bisa desain poster, pun masing-masing punya kesibukan sendiri, jadilah informasi pengumpulan buku hanya dilakukan di sosmed. Hanya pasang status dengan hashtag #donasibuku, tanpa poster. Sangat sederhana.

       Tapi siapa yang sangka, buku yang terkumpul lumayan banyak. God always work in a mysterious way, indeed.

        Lokasi menuju ke desa nelayan di Kondang Merak ini aksesnya cukup sulit, karena jalanan masih berbatu dan tidak ada angkutan umum yang sampai ke sana. Dengan bantuan Tim Taft Diesel Malang Raya, tumpukan buku kami berhasil melewati megahnya kawasan hutan Malang Selatan dan sudah duduk manis di Pantai Kondang Merak menunggu Tim Donasi Buku yang masih ajrut-ajrutan di angkot yang kami sewa untuk ke Pantai Kondang Merak.

        Perjalanan jauh yang melelahkan dan ajrut-ajrutan itu sudah lunas dibayar oleh ini.
Smile People, Smile :)
       Saat kami di sana, didapatilah fakta ternyata yang punya minat baca tinggi tidak hanya anak-anak, para Ibu juga punya ketertarikan membaca. Ditambah dengan alasan anak-anak Kondang Merak yang sulit memperoleh alat-alat tulis karena jauh dari kota, kalaupun ada harganya mahal, maka kami memutuskan untuk mengumpulkan kembali donasi buku. Dan kali ini fokus pengumpulan buku tidak hanya buku anak.

       Tanggal 10 - 11 Mei 2014 kami kembali ke Kondang Merak untuk menyerahkan buku yang terkumpul, ditambah dengan peralatan tulis untuk anak-anak serta meja kecil untuk keperluan perpustakaan. Karena saat itu sedang ada liputan dari Metro TV mengenai keanekaragaman ekosistem laut maupun hutan, kegiatan penyerahan buku pun sempat sedikit tertangkap kamera.

       Bila ada yang ingin tau betapa indahnya Kondang Merak bisa lihat hasil liputan 1000 Meter Metro TV dengan tema Tepi Pantai Kondang Merak bisa dilihat di sini untuk episode pertamanya, dan masih ada 2 episode lainnya.

       Iya, kami kesana hanya ingin berbagi satu kebahagiaan dengan mereka. Tapi pulang-pulang kami ditampar berjubel kebahagiaan berkali-kali lipat, yang sama sekali tidak kami prediksi. Ah, terima kasih anak-anak Kondang Merak, hasrat kalian pada buku membantu kami menemukan keluarga baru.

      Kakak-kakak donatur, sekali lagi terima kasih untuk kesediaannya membantu kami mengumpulkan jendela dunia untuk mereka. Terima kasih Mas Bolang sudah membuat tulisan yang menggugah dan menghantar kami ke Kondang Merak. Mas dan mbak dari TDI, Mas Andik dari Sahabat Alam, and Van Den Hurk couple, terima kasih. Terberkatilah kalian.

Karena sesungguhnya, kita sedang berinvestasi pada anak bangsa. (m)

Pict. taken by Ibnu Ary Wibowo